Archive for February, 2008

Online real-time global terrorism map

globalmap.jpg 

Take a trip to the Museum of Modern Art in New York this month and you will get to see a rather frightening online map pinpointing possible terrorist acts in real time, presented as part of the museum’s ‘Design and the Elastic Mind’ exhibition which opens on 19 February.The frighteningly patriotic site, called Global Incident Map, is described as “a display of the wedding of technology and human behaviour”. It’s presented alongside other such “software mash-ups” combining mapping and presentation of data including terrorist acts, open pubs, local crimes and restrooms. Designer doesn’t think it’s art.“It seems relevant, even though I can’t look at my website and think of it as art,” Global Incident Map creator Morgan Clements told AFP news. “Anyone who goes to the website is usually shocked by what’s going on in the world at any given moment.”Clements spends all his time sifting news from around the world and marking anything he considers sinister on his maps.

Read the rest of this entry »

Leave a comment »

AYah yang tidak korupsi

Puluhan tahun bekerja di Pertamina dengan jabatan yang sangat “basah” sebenarnya membuka peluang yang sangat besar bagi ayah saya untuk lebih mensejahterakan anak istrinya dengan uang korupsi. Saya pikir-pikir, kalau ayah saya mau korupsi, paling tidak bisa mengirim saya dan adik saya sekolah ke luar negeri, bisa beli rumah yang lebih megah di kawasan yang lebih elit, bisa membelikan kami anak-anaknya masing-masing sebuah mobil keluaran terbaru, bisa mengajak kami sekeluarga berlibur keliling dunia, bisa membelikan ibu saya perhiasan berlian dan baju-baju yang mahal seperti yang dilakukan oleh teman2nya yang lain.

Tapi ayah saya memilih untuk hanya memberikan uang gajinya berikut bonus-bonus perusahaan untuk kehidupan keluarganya. Ayah saya memilih untuk hidup jujur dan menghindari korupsi. Kalau saya tanya, “Kenapa sih Papa gak mau korupsi? Kalau Papa korupsi tentunya aku bisa punya mobil sendiri seperti Jeanne temanku itu .……” Ayah saya cuma berujar pendek, “Buat apa kaya tapi tiap malam tidur tidak bisa nyenyak .……”

Read the rest of this entry »

Comments (1) »

Kontroversi Kover TEmpo

kompas  Terus terang Tempo adalah satu-satunya media nasional yang melegakan hati saya di hari-hari terakhir sakit mantan presiden Soeharto sampai kepada kematiannya dan pemakamannya. Ketika seluruh media televisi tiba-tiba secara memualkan mendaulad Soeharto sebagai seorang “santo”, “aulia” atau “pahlawan suci tak bercela” hanya majalah Tempolah yang tetap menjaga dirinya kritis dan jernih memandang bekas penguasa digdaya Indonesia selama 32 (tiga puluh dua) tahun. Jauh sebelumnya, Tempo jugalah satu-satunya majalah yang serius melakukan investigasi melacak kekayaan Soeharto dan keluarganya. Tanpa harus mencemooh dan memaki-maki memakai bahasa vulgar, Tempo tetap pada pendiriannya bahwa Soeharto yang setelah mundur dari presiden menjadi manusia tua renta itu adalah figur yang penuh kontroversi di saat berkuasa, yang cenderung menganggap dirinya sebagai raja dengan restu ilahi yang kata-katanya bak sabda tak tersanggah, dan melakukan banyak kekerasan sekehendak hatinya. Dari Tempo jugalah saya sering tahu hal-hal kecil tapi aneh di sekitar lingkaran kekuasaan yang menggelitik hati untuk berpikir dalam. Salah satu kejanggalan itu: walaupun para mantan pejabat dan tokoh seakan ber-koor meminta masyarakat memaafkan mantan presiden Soeharto namun anak-anak Soeharto sendiri rupanya sama sekali tidak mampu memaafkan Habibie dan Harmoko, yang terbukti dari penolakan kehadiran keduanya untuk menjenguk mantan bossnya. Padahal Habibie sudah jauh-jauh terbang dari Jerman.

Read the rest of this entry »

Leave a comment »

dua orang super di jembatan setiabudi

 anak ini ada email dari temen di salah satu millis yang saya ikuti

Tanpa disadari terkadang sikap apatis menyertai saat langkah kaki mengarungi tuk coba taklukkan ibukota negri ini. Semoga kita selalu diingatkan.Sekedar berbagi cerita di forum orang orang super dalam keindahan hari ini :Siang ini February 6, 2008 , tanpa sengaja ,saya bertemu dua manusia
super.
Mereka mahluk mahluk kecil , kurus ,kumal berbasuh keringat. Tepatnya diatas jembatan penyeberangan setia budi , dua sosok kecil berumur kira kira
delapan  tahun  menjajakan  tissue dengan wadah kantong plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang  mereka menawari saya tissue diujungjembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tanganlebar lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan “Terima kasih Oom !”.  Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan Cuma mulai membuka  sedikit senyum seraya  mengangguk kearah mereka.Kaki – kaki kecil mereka menjelajah lajur lain diatas jembatan , menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi lagi sayup sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka . Kantong hitam tampat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok disudut jembatan  tertabrak derai angin Jakarta .

Read the rest of this entry »

Leave a comment »