Take a trip to the Museum of Modern Art in New York this month and you will get to see a rather frightening online map pinpointing possible terrorist acts in real time, presented as part of the museum’s ‘Design and the Elastic Mind’ exhibition which opens on 19 February.The frighteningly patriotic site, called Global Incident Map, is described as “a display of the wedding of technology and human behaviour”. It’s presented alongside other such “software mash-ups” combining mapping and presentation of data including terrorist acts, open pubs, local crimes and restrooms. Designer doesn’t think it’s art.“It seems relevant, even though I can’t look at my website and think of it as art,” Global Incident Map creator Morgan Clements told AFP news. “Anyone who goes to the website is usually shocked by what’s going on in the world at any given moment.”Clements spends all his time sifting news from around the world and marking anything he considers sinister on his maps.
Archive for February 18, 2008
AYah yang tidak korupsi
Puluhan tahun bekerja di Pertamina dengan jabatan yang sangat “basah” sebenarnya membuka peluang yang sangat besar bagi ayah saya untuk lebih mensejahterakan anak istrinya dengan uang korupsi. Saya pikir-pikir, kalau ayah saya mau korupsi, paling tidak bisa mengirim saya dan adik saya sekolah ke luar negeri, bisa beli rumah yang lebih megah di kawasan yang lebih elit, bisa membelikan kami anak-anaknya masing-masing sebuah mobil keluaran terbaru, bisa mengajak kami sekeluarga berlibur keliling dunia, bisa membelikan ibu saya perhiasan berlian dan baju-baju yang mahal seperti yang dilakukan oleh teman2nya yang lain.
Tapi ayah saya memilih untuk hanya memberikan uang gajinya berikut bonus-bonus perusahaan untuk kehidupan keluarganya. Ayah saya memilih untuk hidup jujur dan menghindari korupsi. Kalau saya tanya, “Kenapa sih Papa gak mau korupsi? Kalau Papa korupsi tentunya aku bisa punya mobil sendiri seperti Jeanne temanku itu .……” Ayah saya cuma berujar pendek, “Buat apa kaya tapi tiap malam tidur tidak bisa nyenyak .……”
