May 26, 2008
· Filed under Refleksi
Ada 3 kaleng coca cola,
ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama.
Ketika tiba hari,
sebuah truk datang ke pabrik mengangkut kaleng-kaleng coca cola
dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian
Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal.
Kaleng coca cola pertama di turunkan disini.
Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coca cola lainnya
dan diberi harga Rp. 4.000.
Read the rest of this entry »
May 26, 2008
· Filed under Refleksi
Untuk Catatan Ringan pekan ini, izinkanlah saya
mengutip tulisan Ika S. Creech, yang akhir-akhir ini beredar di
berbagai mailing list. Ika mengaku sebagai putra Indonesia Asli, kini
bertempat tinggal di Paris dan bekerja sebagai pembawa acara di salah
satu stasiun di Perancis.
Menurutnya, Deso (baca: ndeso) adalah sebutan untuk orang yang norak,
kampungan, udik, shock culture, countrified dan sejenisnya. Ketika
mengalami atau merasakan sesuatu yang baru dan sangat mengagumkan,
maka ia merasa takjub dan sangat senang, sehingga ingin terus
menikmati dan tidak ingin lepas, kalau perlu yang lebih dari itu.
Kemudian ia menganggap hanya dia atau hanya segelintir orang yang baru
merasakan dan mengalaminya. Maka ia mulai atraktif, memamerkan dan
sekaligus mengajak orang lain untuk turut merasakan dan menikmatinya,
dengan harapan orang yang diajak juga terkagum-kagum sama seperti dia.
Semua kampus di Jepang penuh dengan sepeda, tak terkecuali Dekan atau
bahkan Rektor pun ada yang naik sepeda datang ke kampus. Sementara
pemilik perusahaan Honda tinggal di sebuah apartemen yang sederhana.
Ketika beberapa pengusaha ingin memberi pinjaman kepada pemerintah
Indonesia mereka menjemput pejabat Indonesia di Bandara Narita.
Pengusaha tersebut bertolak dari Tokyo menggunakan kendaraan umum,
sementara pejabat Indonesia yang akan dijemput menggunakan mobil dinas
Kedutaan yaitu Mercedes Benz.
Read the rest of this entry »