Archive for Refleksi

Nilai Diri

Ada 3 kaleng coca cola,
ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama.

Ketika tiba hari,
sebuah truk datang ke pabrik mengangkut kaleng-kaleng coca cola
dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian

Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal.
Kaleng coca cola pertama di turunkan disini.
Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coca cola lainnya
dan diberi harga Rp. 4.000.
Read the rest of this entry »

Comments (3) »

Negara Ndeso

Untuk Catatan Ringan pekan ini, izinkanlah saya
mengutip tulisan Ika S. Creech, yang akhir-akhir ini beredar di
berbagai mailing list. Ika mengaku sebagai putra Indonesia Asli, kini
bertempat tinggal di Paris dan bekerja sebagai pembawa acara di salah
satu stasiun di Perancis.

Menurutnya, Deso (baca: ndeso) adalah sebutan untuk orang yang norak,
kampungan, udik, shock culture, countrified dan sejenisnya. Ketika
mengalami atau merasakan sesuatu yang baru dan sangat mengagumkan,
maka ia merasa takjub dan sangat senang, sehingga ingin terus
menikmati dan tidak ingin lepas, kalau perlu yang lebih dari itu.
Kemudian ia menganggap hanya dia atau hanya segelintir orang yang baru
merasakan dan mengalaminya. Maka ia mulai atraktif, memamerkan dan
sekaligus mengajak orang lain untuk turut merasakan dan menikmatinya,
dengan harapan orang yang diajak juga terkagum-kagum sama seperti dia.

Semua kampus di Jepang penuh dengan sepeda, tak terkecuali Dekan atau
bahkan Rektor pun ada yang naik sepeda datang ke kampus. Sementara
pemilik perusahaan Honda tinggal di sebuah apartemen yang sederhana.
Ketika beberapa pengusaha ingin memberi pinjaman kepada pemerintah
Indonesia mereka menjemput pejabat Indonesia di Bandara Narita.
Pengusaha tersebut bertolak dari Tokyo menggunakan kendaraan umum,
sementara pejabat Indonesia yang akan dijemput menggunakan mobil dinas
Kedutaan yaitu Mercedes Benz.
Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Time

Time:

Yesterday is like canceled cheque

Tomorrow is like promissory note

Today is like cash, so encash it.

There is lot of time to rest/sleep after our death. So keep yourself awake to do something worthwhile.

Time is like Micro Soft front page – one can use it to the maximum to create the best website.

In a day there is 86400 sec – Convert them into Rupiahs, and spend it the way you spend every rupiah.

Time is impartial – It is equal for every one – Those who use it meticulously get the maximum benefit/results.

Comments (1) »

Nilai Manusia

Sifat manusia kita akan lebih dominan daripada sifat yang lain

ethos dari tiap bangsa berbeda-beda:

Jepang mempunyai kerjasama yang bagus

Inggris mempunyai kode etik yang sangat tinggi

Amerika dengan skill yang bagus

India dengan nilai kemanusian yang tinggi

Indonesia…???? Nilai yang terlalu rendah…

saya juga orang Indonesia dan masih belum mampu menaikannya tapi kalo bangsa ini mempunyai tekad yang sama dan visi yang berorientasi maju itu pasti bisa…

Leave a comment »

AYah yang tidak korupsi

Puluhan tahun bekerja di Pertamina dengan jabatan yang sangat “basah” sebenarnya membuka peluang yang sangat besar bagi ayah saya untuk lebih mensejahterakan anak istrinya dengan uang korupsi. Saya pikir-pikir, kalau ayah saya mau korupsi, paling tidak bisa mengirim saya dan adik saya sekolah ke luar negeri, bisa beli rumah yang lebih megah di kawasan yang lebih elit, bisa membelikan kami anak-anaknya masing-masing sebuah mobil keluaran terbaru, bisa mengajak kami sekeluarga berlibur keliling dunia, bisa membelikan ibu saya perhiasan berlian dan baju-baju yang mahal seperti yang dilakukan oleh teman2nya yang lain.

Tapi ayah saya memilih untuk hanya memberikan uang gajinya berikut bonus-bonus perusahaan untuk kehidupan keluarganya. Ayah saya memilih untuk hidup jujur dan menghindari korupsi. Kalau saya tanya, “Kenapa sih Papa gak mau korupsi? Kalau Papa korupsi tentunya aku bisa punya mobil sendiri seperti Jeanne temanku itu .……” Ayah saya cuma berujar pendek, “Buat apa kaya tapi tiap malam tidur tidak bisa nyenyak .……”

Read the rest of this entry »

Comments (1) »

Kontroversi Kover TEmpo

kompas  Terus terang Tempo adalah satu-satunya media nasional yang melegakan hati saya di hari-hari terakhir sakit mantan presiden Soeharto sampai kepada kematiannya dan pemakamannya. Ketika seluruh media televisi tiba-tiba secara memualkan mendaulad Soeharto sebagai seorang “santo”, “aulia” atau “pahlawan suci tak bercela” hanya majalah Tempolah yang tetap menjaga dirinya kritis dan jernih memandang bekas penguasa digdaya Indonesia selama 32 (tiga puluh dua) tahun. Jauh sebelumnya, Tempo jugalah satu-satunya majalah yang serius melakukan investigasi melacak kekayaan Soeharto dan keluarganya. Tanpa harus mencemooh dan memaki-maki memakai bahasa vulgar, Tempo tetap pada pendiriannya bahwa Soeharto yang setelah mundur dari presiden menjadi manusia tua renta itu adalah figur yang penuh kontroversi di saat berkuasa, yang cenderung menganggap dirinya sebagai raja dengan restu ilahi yang kata-katanya bak sabda tak tersanggah, dan melakukan banyak kekerasan sekehendak hatinya. Dari Tempo jugalah saya sering tahu hal-hal kecil tapi aneh di sekitar lingkaran kekuasaan yang menggelitik hati untuk berpikir dalam. Salah satu kejanggalan itu: walaupun para mantan pejabat dan tokoh seakan ber-koor meminta masyarakat memaafkan mantan presiden Soeharto namun anak-anak Soeharto sendiri rupanya sama sekali tidak mampu memaafkan Habibie dan Harmoko, yang terbukti dari penolakan kehadiran keduanya untuk menjenguk mantan bossnya. Padahal Habibie sudah jauh-jauh terbang dari Jerman.

Read the rest of this entry »

Leave a comment »

dua orang super di jembatan setiabudi

 anak ini ada email dari temen di salah satu millis yang saya ikuti

Tanpa disadari terkadang sikap apatis menyertai saat langkah kaki mengarungi tuk coba taklukkan ibukota negri ini. Semoga kita selalu diingatkan.Sekedar berbagi cerita di forum orang orang super dalam keindahan hari ini :Siang ini February 6, 2008 , tanpa sengaja ,saya bertemu dua manusia
super.
Mereka mahluk mahluk kecil , kurus ,kumal berbasuh keringat. Tepatnya diatas jembatan penyeberangan setia budi , dua sosok kecil berumur kira kira
delapan  tahun  menjajakan  tissue dengan wadah kantong plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang  mereka menawari saya tissue diujungjembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tanganlebar lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan “Terima kasih Oom !”.  Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan Cuma mulai membuka  sedikit senyum seraya  mengangguk kearah mereka.Kaki – kaki kecil mereka menjelajah lajur lain diatas jembatan , menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi lagi sayup sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka . Kantong hitam tampat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok disudut jembatan  tertabrak derai angin Jakarta .

Read the rest of this entry »

Leave a comment »

kehidupan

saya bersyukur sekali pada sang kehidupan, tantangan baru datang ketika sinar sinar kebijaksanaan rajin berkunjung. Dalam bahasa yang lebih sederhana, suka derita, teman-musuh, pujian – makian, sukses-gagal keduanya adalah kekayaan kehidupan yang sama-sama berguna. Ketika sukses, gembira temannya. Tatkala gagal, jangan lupa kita sedang diproduksi jadi dewasa. Teman memang sumber tawa dan canda. Namun musuh adalah guru sejati yang dikirim oleh tangan-tangan kehidupan . Pujian adalah sumber motivasi. Sementara itu, makian adalah palu godam yang membuat kepribadian jadi kuat

Comments (2) »

getting older

gw tambah tua, harus tambah dewasa, i try….

Comments (5) »

*#@$%!

Tired.. Can say that i’m fine though… F.I.N.E.. Frustrated, Insecure, Neurotic, Emotional.. Yes.. I AM F.I.N.E…

Comments (1) »